keimanan Agustus 20, 2007
Posted by liends in nasehat.add a comment
Demi Allah, keimanan bukanlah dilihat dari yang paling keras teriakan takbirnya, bukan pula dari yang paling deras air matanya kala muhasabah, dan bukan pula dari yang paling ekspresif menunjukkan kemarahan kala melihat.
Israel menyerang Palestina. Bukan pula dari yang paling banyak simbol-simbol keagamaannya. Karena itu semua hanya sesaat. Sesungguhnya keistiqomahan dalam berjuang, itulah indikasi keimanan sang pejuang yang sebenarnya. Pejuang yang sabar menapaki hari-hari dengan mengibarkan panji Illahi Rabbi. Yang selalu bermujahadah mengamalkan Al Qur’an. Teguh pendirian. Tak kenal henti. Hingga terminal akhir, SURGA.
[Hikmah Harian]
pernikahan adalah … Agustus 20, 2007
Posted by liends in artikel, books, nasehat, ulama.7 comments
Pernikahan adalah akad untuk beribadah kepada Allah SWT, akad untuk menegakkan syariah Allah SWT, dan akad untuk membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah.
Pernikahan adalah akad untuk meninggalkan kemaksiatan, akad untuk saling mencintai karena Allah SWT, akad untuk saling menghormati dan menghargai, akad untuk saling menerima apa adanya, akad untuk saling menguatkan keimanan, akad untuk saling membantu dan meringankan beban, akad untuk saling menasehati serta akad untuk setia kepada pasangannya, baik dalam suka maupun duka, dalam kefakiran dan kakayaan, juga dalam sakit dan sehat.
Pernikahan berarti akad untuk meniti hari – hari dalam kebersamaan, akad untuk saling melindungi, akad untuk saling memberikan rasa aman, akad untuk saling mempercayai, akad untuk saling menutup aib, akad untuk saling mencurahkan perasaan, akad untuk berlomba menunaikan kewajiban, akad untuk saling memaafkan kesalahan, akad untuk menyimpan dendam dan kemarahan serta akad untuk tidak saling mengungkit – ungkit kelemahan, kekurangan dan kesalahan.
Pernikahan adalah akad untuk tidak melakukan pelanggaran, akad untuk tidak saling menyakiti hati dan perasaan, akad untuk tidak saling menyakiti badan, akad untuk lembut dalam perkataan, akad untuk santun dalam pergaulan, akad untuk indah dalam penampilan, akad untuk mesra dalam mengungkapkan keinginan, akad untuk menumpahkan kasih sayang, akad untuk saling merindukan, akad untuk tidak adanya pemaksaan kehendak, akad untuk tidak saling membiarkan dan akad untuk tidak saling meninggalkan.
Pernikahan juga bermakna akad untuk menebarkan kebajikan, akad untuk mencetak generasi berkualitas, akad untuk siap menjadi bapak dan ibu bagi anak – anak, dan akad untuk membangun peradaban masa depan.
PERNIKAHAN adalah AKAD untuk segala hal yang bernama KEBAIKAN !!!
“Di Jalan Dakwah Kugapai Sakinah” – nya Bapak Cahyadi Takariawan
totalitas dalam berdoa Agustus 15, 2007
Posted by liends in ulama.add a comment
Iman seorang mukmin akan tampak di saat ia menghadapi ujian.
Di saat ia totalitas dalam berdoa, tapi ia belum melihat pengaruh apapun dari doanya.
Ketika, ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya, meski sebab-sebab putus asa semakin kuat.
Itu semua dilakukan seseorang karena keyakinannya bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih maslahat bagi dirinya.
Ia yakin bahwa dengan ujian itu, Allah ingin melihat tingkatan kesabaran dan keimanannya.
Ia yakin bahwa dengan keadaan itu, Allah menghendaki hatinya menjadi luruh dan pasrah kepada-Nya.
Atau, boleh jadi melalui ujian itu, Allah menghendaki dirinya untuk lebih banyak lagi berdoa sehingga ia lebih dekat lagi dengan-Nya melalui doa-doanya.
[Ibnul Jauzi dalam Shaidul Khatir, 375]
senandung cinta seorang hamba Agustus 9, 2007
Posted by liends in shahabat nabi.add a comment
“Wahai Tuhan aku tidak akan meninggalkan pinta-Mu. Dan tidak akan berusaha menggapai pintu lain selain pintu-Mu. Aku akan menenun baju keridhaan-Mu, sungguh aku sangat tersanjung telah menjadi salah satu dari hamba-hamba-Mu. Aku berbisik lirih dalam keheningan shubuh, saat dikatakan Siapakah Tuhanmu? Tuhanku adalah Sang Pencipta Alam. Aku sungguh sangat terhormat telah menjadi salah satu dari hamba-hamba-Nya. Tuhanku adalah Yang menerbitkan fajar. Aku tidak berusaha menggapai pintu yang lain selain pintu-Mu
[senandung cinta Hasan bin Tsabit]
