dermawan misterius

Penduduk Madinah gempar, pasalnya mereka mendapat kabar bahwa di rumah-rumah orang miskin selalu terkirim sekarung gandum yang digeletakan didepan pintu. Itu terjadi selama bertahun-tahun. Karung gandum itu datang lagi ketika persediaan gandum mereka sudah menipis.Seseorang telah mengirimkan gandum itu ketika mereka terlelap tidur.

Nampaknya laki-laki dermawan ini sangat hati-hati agar tidak dikenali masyarakat , Karena orang-orang selalu gagal memergoki Sang pengirim misterius ini. Padahal nereka hanya ingin mengucapkan terima kasih dan mengatakan betapa sangat berartinya sekarung gandum itu untuk keluarga mereka.

Walau berita ini menggemparkan, tapi sampai bertahun-tahun tidak ada seorangpun yang mengaku sebagai pengirim gandum tersebut. Memahami sang pengirim tidak mau diketahui identitasnya, maka penduduk miskin itu hanya mengirimkan doa ketika mendapati gandum tergeletak didepan pintu , agar Allah SWT memuliakan sang dermawan di dunia dan di akhirat.

Suatu malam ,

Lanjut membaca

a forgiving one

A forgiving one is a humble person. Forgiving others is a direct acknowledgment of our owns shortcomings. we forgive others because we know we are all eligible to make the same mistake others may have committed. And so, only arrogance and the feeling of perfect (which is against our human nature) could prevent us from forgiving others. Be humble and forgive, because you may need to be forgiven tomorrow!

[Syamsi Ali]

pernikahan adalah …

Pernikahan adalah akad untuk beribadah kepada Allah SWT, akad untuk menegakkan syariah Allah SWT, dan akad untuk membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah.

Pernikahan adalah akad untuk meninggalkan kemaksiatan, akad untuk saling mencintai karena Allah SWT, akad untuk saling menghormati dan menghargai, akad untuk saling menerima apa adanya, akad untuk saling menguatkan keimanan, akad untuk saling membantu dan meringankan beban, akad untuk saling menasehati serta akad untuk setia kepada pasangannya, baik dalam suka maupun duka, dalam kefakiran dan kakayaan, juga dalam sakit dan sehat.

Pernikahan berarti akad untuk meniti hari – hari dalam kebersamaan, akad untuk saling melindungi, akad untuk saling memberikan rasa aman, akad untuk saling mempercayai, akad untuk saling menutup aib, akad untuk saling mencurahkan perasaan, akad untuk berlomba menunaikan kewajiban, akad untuk saling memaafkan kesalahan, akad untuk menyimpan dendam dan kemarahan serta akad untuk tidak saling mengungkit – ungkit kelemahan, kekurangan dan kesalahan.

Pernikahan adalah akad untuk tidak melakukan pelanggaran, akad untuk tidak saling menyakiti hati dan perasaan, akad untuk tidak saling menyakiti badan, akad untuk lembut dalam perkataan, akad untuk santun dalam pergaulan, akad untuk indah dalam penampilan, akad untuk mesra dalam mengungkapkan keinginan, akad untuk menumpahkan kasih sayang, akad untuk saling merindukan, akad untuk tidak adanya pemaksaan kehendak, akad untuk tidak saling membiarkan dan akad untuk tidak saling meninggalkan.

Pernikahan juga bermakna akad untuk menebarkan kebajikan, akad untuk mencetak generasi berkualitas, akad untuk siap menjadi bapak dan ibu bagi anak – anak, dan akad untuk membangun peradaban masa depan.

PERNIKAHAN adalah AKAD untuk segala hal yang bernama KEBAIKAN !!!

“Di Jalan Dakwah Kugapai Sakinah” – nya Bapak Cahyadi Takariawan

totalitas dalam berdoa

Iman seorang mukmin akan tampak di saat ia menghadapi ujian.
Di saat ia totalitas dalam berdoa, tapi ia belum melihat pengaruh apapun dari doanya.
Ketika, ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya, meski sebab-sebab putus asa semakin kuat.
Itu semua dilakukan seseorang karena keyakinannya bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih maslahat bagi dirinya.
Ia yakin bahwa dengan ujian itu, Allah ingin melihat tingkatan kesabaran dan keimanannya.
Ia yakin bahwa dengan keadaan itu, Allah menghendaki hatinya menjadi luruh dan pasrah kepada-Nya.
Atau, boleh jadi melalui ujian itu, Allah menghendaki dirinya untuk lebih banyak lagi berdoa sehingga ia lebih dekat lagi dengan-Nya melalui doa-doanya.

[Ibnul Jauzi dalam Shaidul Khatir, 375]

By liends Posted in ulama

renungan di saat cela

Tiga Renungan Saat di Cela:
(1) Jika engkau tidak merasa memiliki aib seperti yang di katakannya, boleh jadi engkau memiliki aib yng sama. Bersyukurlah kpd Allah krn banyak aibmu yang ditutupi.
(2) Tindakannya itu merupakan penebus bagi dosa-dosamu.
(3) Jika dia tetap mencelamu, maka berdoalah agar dosanya diampuni Allah SWT.

[Ibnu Qudamah]

By liends Posted in ulama