Search

Seuntai Jejak

merekam sejarah dengan untaian kalam

Di Balik Pekerjaan Melelahkan Itu….

Buat sebagian orang, menyapu halaman dan mencabut rumput liar di pekarangan adalah pekerjaan yang melelahkan. Begitu juga buat saya *eh

Enggak kok, saya gak akan menyangkalnya. Emang beneran capek. Sama kayak punya batita yang bakal terus berantakin rumah. Loe bersihin kamar, die berantakin ruang tamu, giliran loe baru ambil ancang-ancang merapihkan ruang tamu, dia udah selesei berantakin kamar lagi…. eh wait, kenapa jadi curcol yak, wkwkwk.

Balik ke tadi, ibaratnya nih, ngapain sih capek-capek nyapu halaman di pagi hari, toh sorenya pasti bakal kotor lagi. Kalau enggak dari dedaunan pohon sendiri atau ya pohon tetangga, pohon tetangganya tetangga, encing encangnya tetangga dan seterusnya. Angin kencang datang sekejap aja, udah numpuk lagi deh yang harus disapu.

Tapiii, buat orang OCD seperti sayah, penyakit obsesif itu loh gak ada hubungannya sama dietnya Om Ded yaa… dua kegiatan ini melelahkan sekaligus membuat saya puasss. Sisi miss perfect saya terpuaskan dengan hasil akhir yang bersih binti kinclong. Sementara sisi kompulsif saya terpenuhi ketika saya mampu mendeteksi dan memisah-misahkan kotoran-kotoran tersebut dari susunan rumput dan tanah yang punya keteraturan tersendiri. Bahkan saya bisa tersenyum-senyum sendiri, jika berhasil mengkategorikan berbagai sampah yang ada, dan menempatkannya sesuai kategorinya masing-masing.

Jika Anda mengerenyitkan dahi membaca dua kalimat terakhir, selamat Anda bukan OCD 🙂

Okeee, diluar semua ituuu… saya menyadari dua hal ini…

Saat saya mencabut rumput liar di pekarangan, Continue reading “Di Balik Pekerjaan Melelahkan Itu….”

Advertisements

Yuk, Belajar Menulis!

Yup, menulis adalah salah satu pekerjaan yang bisa menembus ruang dan waktu. Mau namamu dikenang sampai 10 tahun lagi? 20 tahun lagi? Maka menulislah, sejarah akan mencatat namamu dan dunia ini akan merekam jejakmu.

Belasan tahun silam, saat saya baru menapaki dunia per-blogger-an, tersiar kabar seorang blogger terkenal asal Indonesia, meninggal dunia karena serangan asma di Singapura, meninggalkan dua orang anak yang masih kecil. Sampai bertahun-tahun kemudian, masih banyak orang yang berkunjung ke blog nya, mencari resep-resep kue atau puisi-puisi tulisannya, dan semuanya menuliskan untaian do’a untuk almarhumah di kolom komen dan chat blog tersebut sebagai ucapan terimakasih.

Menulis juga acapkali digunakan untuk menyelesaikan masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan  Continue reading “Yuk, Belajar Menulis!”

5 Tips Penting Atasi Krisis Seperempat Baya

Pernah merasa jadi manusia tak berguna setelah lulus sekolah atau kuliah,
yang tiba-tiba hilang arah dan tujuan hidup, ketika terbentur antara harapan dan kenyataan?

Pernah merasa tak berdaya karena masih jadi ‘pengacara’,
namun udah gak pantes minta sangu sama ortu?

Dan menatap dengan iri halaman FB teman sekelas di SMA,
yang bisa melanjutkan kuliah ke LN atau punya pekerjaan dengan posisi ajeg,
sementara kamu masih di posisi mandeg?

Berpura-pura bahagia saat dibilang jojoba, padahal hati miris
lihat teman-teman se-angkatan udah bawa momongan nan ceriwis?

Pernah merasakan ‘ramai tapi sepi’?
Seperti ketika berkumpul dengan teman-teman segeng, ramai dan ceria berbincang
lalu tiba-tiba kamu seperti ditarik menjauh dan sepi karena merasa tertinggal jauh dari mereka?

Yessss, the feeling of LEFT BEHIND.

Rasanya? Hehehe, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Jika jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas adalah:
YA, PERNAH !
maka Continue reading “5 Tips Penting Atasi Krisis Seperempat Baya”

jangan pernah berhenti berdo’a

Kisah nyata, terjadi di Pakistan.

Seorang Dr Ahli Bedah terkenal (Dr. Ishan) tergesa-gesa menuju airport. Beliau berencana akan menghadiri Seminar Dunia dalam bidang kedokteran, yang akan membahas penemuan terbesarnya di bidang kedokteran.

Setelah perjalanan pesawat sekitar 1 jam, tiba-tibs diumumkan bahwa pesawat mengalami gangguan dan harus mendarat di airport terdekat.

Beliau mendatangi ruangan penerangan dan berkata: Saya ini dokter special, tiap menit nyawa manusia bergantung ke saya, dan sekarang kalian meminta saya menunggu pesawat diperbaiki dalam 16 jam? Continue reading “jangan pernah berhenti berdo’a”

40 tahun

hujan
hujan

Pada zaman Nabi Musa AS, Bani Israel ditimpa musim kemarau yang berpanjangan. Mereka pun berkumpul mendatangi Nabi mereka. Mereka berkata, “Ya Kalimallah, berdoalah kepada Rabbmu agar Dia menurunkan hujan kepada kami”. Maka berangkatlah Musa A.S. bersama kaumnya menuju padang pasir yang luas. Waktu itu mereka berjumlah lebih dari 70 ribu orang. Mulailah mereka berdoa dengan keadaan yang lusuh dan penuh debu, haus dan lapar.

Nabi Musa berdoa, “Ilaahi! Asqinaa ghaitsak.. wansyur ‘alaina rahmatak.. warhamnaa bil athfaal ar rudhdha’.. wal bahaaim ar rutta’.. wal masyaayikh ar rukka’..” Setelah itu langit tetap saja terang benderang, matahari pun bersinar makin menyilau, segumpal awan pun tak jua muncul. Kemudian Nabi Musa berdoa lagi, “Ilaahi.. asqinaa”..

Allah pun berfirman kepada Musa, “Bagaimana Aku akan menurunkan hujan kepada kamu sedangkan di antara kalian ada seorang hamba yang bermaksiat sejak 40 tahun yang lalu. Umumkanlah di hadapan manusia agar dia berdiri di hadapan kalian semua. Karena dialah, Aku tidak menurunkan hujan untuk kamu”.

Maka Musa pun berteriak di tengah-tengah kaumnya, Continue reading “40 tahun”

when haters were …

When haters were busy talkin’
I was busy making it happen
When they were busy mocking
I was busy walking
When they were busy laughing
I was busy running
And they’re STILL wondering
why they’re left behind …

~ Agnes Monica

if you can’t

If you can’t fly, then run
if you can’t run, then walk
if you can’t walk, then crawl
but whatever you do, you have to keep moving forward

~Martin Luther King Jr

Martin Luther King Jr
Martin Luther King Jr

Kalau kamu tak bisa terbang, maka berlarilah
kalau tak bisa berlari, maka berjalanlah
kalau tak bisa berjalan, maka merangkaklah
tapi apapun yang kamu lakukan kamu tetap harus bergerak maju
Semangaat!

the teacher is always quiet

Bagi yang sedang mengalami ujian kehidupan
—————————————————-
When you’re going through something hard
and you start wondering where Allah is,
just remember…
The Teacher is always quiet during a test

intan terbaik

diamonds
diamonds

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Kau tahu, Nak, sepotong intan terbaik dihasilkan dari dua hal, yaitu, suhu dan tekanan yang tinggi di perut bumi. Semakin tinggi suhu yang diterimanya, semakin tinggi tekanan yang diperolehnya, maka jika dia bisa bertahan, tidak hancur, dia justru berubah menjadi intan yang berkilau tiada tara. Keras. Kokoh. Mahal harganya.

“Sama halnya dengan kehidupan, seluruh kejadian menyakitkan yang kita alami, semakin dalam dan menyedihkan rasanya, jika kita bisa bertahan, tidak hancur, maka kita akan tumbuh menjadi seseorang berkarakter laksana intan. Keras. Kokoh.”

–Negeri Di Ujung Tanduk, novel paling baru Tere Liye

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: