“Seandainya akal dapat melihat hiburan surga melalui mata imannya, niscaya akan leburlah jiwa ini karena rindu kepadaNya. Seandainya hati dapat mengetahui eksistensi kecintaan ini kepada Khaliqnya, niscaya akan terlepaslah semua sendi-sendinya karena tergila-gila kepadaNya dan niscaya  akan terbanglah ruh ini dari badannya karena terkejut ingin menghadap kepada-Nya.”

[Yahya bin Mu’adz]