Pangkal segala maksiat, kelalaian dan syahwat adalah ridha terhadap nafsu. Sedangkan sumber ketaatan, kesadaran, dan ‘iffah (meninggalkan hal-hal yang terlarang) adalah tidak adanya keridhaan darimu terhadap nafsu. Pertemanan dengan orang bodoh yang tidak ridho terhadap nafsu sungguh lebih baik daripada engkau berteman dengan orang alim yang ridha terhadap nafsunya. Ilmu macam apakah yang dimiliki sang alim yang ridha terhadap nafsunya? Kebodohan macam apapula yang dimiliki si bodoh yang tidak ridha terhadap nafsu?

[Ibnu ‘Atha’illah]