“Wahai Tuhan aku tidak akan meninggalkan pinta-Mu. Dan tidak akan berusaha menggapai pintu lain selain pintu-Mu. Aku akan menenun baju keridhaan-Mu, sungguh aku sangat tersanjung telah menjadi salah satu dari hamba-hamba-Mu. Aku berbisik lirih dalam keheningan shubuh, saat dikatakan Siapakah Tuhanmu? Tuhanku adalah Sang Pencipta Alam. Aku sungguh sangat terhormat telah menjadi salah satu dari hamba-hamba-Nya. Tuhanku adalah Yang menerbitkan fajar. Aku tidak berusaha menggapai pintu yang lain selain pintu-Mu

[senandung cinta Hasan bin Tsabit]