never give up

Teman, engkau adalah pejuang. Jangan pernah menyerah, sebab sangat mungkin mereka salah.

Selagi muda, Abraham Lincoln berangkat ke medan perang dengan pangkat kapten dan kembali cuma sebagai prajurit. Kemudian, dia gagal sebagai pebisnis. Sebagai ahli hukum di Springfield, dia sangat tidak praktis dan temperamental untuk sukses. Dia beralih ke dunia politik dan kalah pada usaha pertamanya untuk menjadi anggota legislatif, kemudian kalah lagi dalam nominasi menjadi anggota kongres, kemudian gagal menjadi komisioner di General Land Office, kalah lagi dalam pemilihan senator tahun 1854, kalah lagi dalam pemilihan Wakil Presiden tahun 1856, dan kalah lagi dalam pemilihan senat tahun 1858.

Dia menulis surat kepada seorang temannya, “Saya sekarang adalah manusia yang hidup yang paling menderita. Jika apa yang saya rasakan dibagi rata kepada semua umat manusia, maka tak ada wajah yang ceria di muka bumi ini.”

Ia kemudian menjadi salah satu presiden Amerika Serikat yang paling dihormati dalam sejarah.

Winston Churcill harus mengulang di sekolah dasar, dan saat ia memasuki sekolah berikutnya, Harrow, ia ditempatkan di bagian terendah di kelas terendah. Selanjutnya, ia gagal dua kali dalam ujian masuk Royal Military Academy at Sandhurst. Ia kalah dalam pemilihan anggota parlemen.

Ia menjadi perdana menteri di usia 62 tahun. Ia kemudian menulis, “Never give in, never give in, never, never, never, never – in nothing, great or small, large or petty – never give in except to convictions of honor and good sense. Never, Never, Never, Never give up.”

Socrates, dijuluki sebagai “koruptor kaum muda yang amoral” karena ajarannya. Ia meneruskan korupsinya, bahkan setelah dijatuhi hukuman mati. Ia mati minum racun dan tetap dalam keadaan korupsi.

Guru-guru Thomas Alva Edison berkata, “dia terlalu tolol untuk belajar apapun.” Dia dipecat dari pekerjaan pertamanya karena “tidak produktif”. Sebagai penemu, Edison membuat 1.000 percobaan yang gagal sebelum menemukan bola lampu. Saat seorang wartawan bertanya kepadanya, “Apa rasanya gagal seribu kali?” Edison menjawab, “Saya nggak gagal seribu kali. Bola lampu ditemukan dengan seribu langkah.”

Albert Einstein tidak bisa bicara sampai berusia 4 tahun dan tidak bisa membaca sampai usia 7 tahun. Orangtuanya beranggapan bahwa dia abnormal. Salah satu gurunya mendeskripsikan Einstein dengan, “mentalnya terlalu lemot, tidak sosial, dan terus bertualang dalam impian bodoh.” Dia dikeluarkan dari sekolah dan ditolak masuk ke sekolah politeknik Zurich. Einstein sangat sedikit belajar bicara dan menulis. Ia bahkan sedikit sekali belajar matematika.

Louis Pasteur hanyalah murid rata-rata di sekolahnya. Ia ranking 15 dari 22 di kelas kimia.

Setelah audisi pertamanya, Sidney Poitier dinasehati oleh direktur casting, “mengapa kamu tidak berhenti menghamburkan waktu orang lain dan pergilah keluar sana jadi tukang cuci piring atau apalah gitu?” Saat itulah, ia memutuskan untuk membaktikan dirinya dalam dunia akting.

Henry Ford gagal dan bangkrut lima kali sebelum dia sukses dengan mobil model T-nya yang melegenda ke seluruh dunia.

Stan Smith ditolak menjadi ball boy untuk Davis Cup karena “terlalu aneh dan kikuk.” Dia tetap aneh dan kikuk, dan memenangkan kejuaraan tennis Wimbledon dan US Open, dan delapan piala Davis.

RH Macy gagal dan bangkrut tujuh kali sebelum tokonya merajalela di New York.

Saat Bell Telephone Company jungkir balik di masa-masa awalnya, pemiliknya Alexander Graham Bell menawarkan seluruh haknya ke Western Union seharga 100,000 USD. Penawaran itu ditolak dengan balasan, “apa manfaatnya mainan elektronik yang ditawarkan perusahaan ini.”

Michael Jordan berkata, “Sepanjang karir basket saya, saya gagal 900 kali melempar bola. Saya kalah di hampir 300 pertandingan. 26 kali saya dipercaya untuk melakukan lemparan kemenangan, dan gagal. Saya gagal dan gagal lagi di sepanjang hidup saya. Itulah sebabnya saya sukses.”

Walt Disney dipecat dari jabatannya sebagai editor di sebuah koran, sebab dianggap “tidak punya imajinasi dan tak punya ide bagus.” Dia bangkrut beberapa kali sebelum membangun Disneyland. Faktanya, taman bermain itu ditolak oleh kota Anaheim dengan alasan hanya akan mengundang manusia sampah dan gelandangan.

Saat pertama kali Jerry Seinfeld manggung sebagai pelawak profesional, dia melihat audience, terdiam kaku, dan lupa bahasa Inggris. Dia mencoba berjuang sekitar satu setengah menit sebelum didepak dari panggung. Dia kembali lagi malam berikutnya, dan menutup aksinya dengan applause yang sangat meriah.

18 penerbit menolak menerbitkan buku Richard Bach. Penerbit besar Macmillan akhirnya menerbitkan “Jonathan Livingston Seagull” di tahun 1970. Tahun 1975 buku itu beredar 7 juta kopi, hanya di Amerika saja.

Setelah peran pertamanya sebagai bellboy di film “Dead Heat on Merry-Go-Round”, Harrison Ford dipanggil wakil presiden studio film ke kantornya. “Duduklah nak,” ia berkata. “Saya akan bercerita. Saat pertama kali Tony Curtis tampil dalam film, perannya hanyalah mengantarkan sebuah kantong belanja. Kami melihatnya dan kami langsung tahu bahwa ia adalah bintang besar.” Ford membalas, “Saya kira bapak melihatnya sebagai kurir kantong belanja.” Tuan wakil presiden berdiri dan berkata, “Kamu nggak ngerti juga ya! Kamu nggak ngerti juga…! Sekarang minggat dari sini!” Kita mengenalnya sebagai pemeran petualang Indiana Jones dan Han Solo dalam Star Wars.

Kepala sekolah Michael Cain berkata padanya, “Kamu bakal jadi pekerja di sepanjang hidup kamu.” Michael Cain mempekerjakan dirinya dan mendapatkan dua Academy Award di Hollywood.

Charlie Chaplin awalnya ditolak oleh berbagai studio di Hollywood sebab pantomimnya dianggap “nonsense”.

Di SMU, Robin Williams terpilih sebagai “Yang Paling Kecil Kemungkinan Suksesnya”.

Decca Records membatalkan kontrak rekaman The Beatles dengan alasan, “Kami tidak suka suara mereka. Grup band dengan gitar bakal segera punah.” Setelah itu, Columbia Records juga mendepak mereka. Sisanya, engkau tahu sendirilah teman.

Tahun 1954, Jimmy Denny, manajer Grand Ole Opry, memecat Elvis Presley setelah satu kali manggung. Mereka bilang ke Elvis, “Kamu nggak bakal kemana-mana, nak. Sebaiknya kamu kembali jadi supir truk saja.”

Beethoven biasa memegang biola dengan cara yang aneh dan lebih memilih memainkan karyanya sendiri ketimbang memperbaiki tekniknya. Gurunya menyebut dia sebagai “komponis tanpa harapan”. Ia menulis lima simfoni terkenalnya, dengan telinga yang tuli total.

Sebuah dealer barang seni menolak Picasso saat ia ingin numpang berteduh menyelamatkan lukisannya dari guyuran hujan. Tak lama kemudian dealer itu bangkrut. Lukisan-lukisan Picasso adalah salah satu koleksi termahal di dunia dan sangat diincar oleh para kolektor kelas berat.

Van Gogh hanya berhasil menjual satu lukisan saja di dalam hidupnya. Itupun, dijual kepada saudara dari temannya seharga 400 franc (sekitar 50 USD). Ini tidak membuatnya berhenti untuk berkarya menghasilkan lebih dari 800 lukisan. Lukisannya, kini bernilai puluhan milyar per buah.

12 penerbit menolak “Harry Potter” karya JK Rowlings sebelum sebuah penerbit kecil setuju menerbitkan “Harry Potter and The Philosopher’s Stone”.

“Komputer masa depan beratnya tidak akan lebih dari satu setengah ton.” (Popular Mechanics, meramalkan kemajuan ilmu pengetahuan, 1949.)

“Saya rasa, akan ada pasar dunia untuk sekitar lima komputer.” (Thomas Watson, chairman of IBM, 1943.)

“Saya sudah kemana-mana di negeri ini dan berbicara dengan orang-orang terbaik, dan saya bisa meyakinkan Anda bahwa data processing adalah lelucon yang tak akan bertahan sampai akhir tahun.” (Editor kepala untuk buku bisnis di penerbit besar Prentice Hall, 1957.)

“Tapi apa bagusnya?” (Insinyur di divisi Advanced Computing Systems IBM, mengomentari microchip, 1968)

“Tidak ada alasan mengapa orang harus punya komputer di rumahnya.” (Ken Olson, president, chairman dan pendiri perusahaan komputer besar Digital Equipment Corp – DEC, 1977.)

“Telepon ini terlalu merepotkan untuk dipertimbangkan sebagai alat komunikasi. Tak ada nilainya buat kita.” (bunyi sebuah memo rapat di Western Union, 1876.)

“Kotak musik tanpa kabel ini tak ada nilai komersialnya. Siapa sih yang mau membayar untuk lagu yang dikirim kepada orang yang tidak jelas?” (Kolega David Sarnoff – pemilik kerajaan media NBC, RCA, dan RKO saat menolak investasi di bidang radio sekitar tahun 20-an.)

“Siapa sih yang mau mendengar aktor berbicara?” (HM Warner, raja layar lebar Warner Bros, 1927 sesaat sebelum era film bisu berakhir.)

“Mesin terbang yang lebih ringan dari udara. Itu mustahil banget.” (Lord Kelvin, presiden Royal Society – komunitas ilmiah paling dihormati dan disegani di Inggris, 1895.)

“Kami lalu pergi ke Atari dan berkata, kami punya sesuatu yang istimewa, separuhnya menggunakan sparepart Anda, maukah Anda membiayai kami? Kami cuma mau mengerjakannya, nanti kami berikan seluruhnya kepada Anda. Bayar gaji kami, kami akan bekerja untuk Anda.” Mereka bilang: “nggak.” Lalu kami pergi ke Hewlett-Packard; mereka bilang, “kami tidak butuh Anda. Anda bahkan belum lulus kuliah.” (Steve Jobs, penemu dan pendiri Apple Computer saat merayu Atari and HP agar mau berinvestasi untuk membuat PC.)

“Mengebor untuk minyak? Maksud kamu mengebor tanah untuk menemukan minyak? Gila luh!” (Tukang bor yang ditawari Edwin L Drake – pemilik Seneca Oil pelopor dunia untuk pemboran minyak bumi, 1859.)

“Pesawat terbang itu mainan bagus. Tapi nggak ada gunanya untuk militer.” (Marsekal Ferdinand Foch, Professor of Strategy, Ecole Superieure de Guerre.)

“Memory sebesar 640K sudah cukup untuk setiap orang.” (Bill Gates, pendiri Microsoft, rajanya PC dan sistem operasi Windows, salah satu manusia terkaya di dunia, 1981.)

21 penerbit menolak novel humor Richard Hooker, M*A*S*H, yang filmnya meraih 8 Golden Globe Awards dan 42 penghargaan lain dengan 130 nominasi. Padahal, dia mengerjakannya tujuh tahun.

Jack London, sastrawan pertama di dunia yang sukses dan berhasil secara komersial dari aktivitas menulis, menerima enam ratus surat penolakan sebelum berhasil menjual kisah pertamanya.

Novelist kriminal Inggris John Creasey menerima 753 surat penolakan sebelum ia berhasil menerbitkan 564 buku.

Kolonel Harland Sanders ditolak ratusan kali, sebelum Kentucky Fried Chicken-nya mewabah ke seluruh dunia.

Daniel Boone, petualang kesohor yang mengeksplorasi Amerika saat benua itu masih sepenuhnya milik orang Indian, ditanya apakah dia pernah tersesat di tengah hutan. Boone menjawab, “nggak, tapi pernah sih kesasar tiga hari.”

John Milton, penyair terkenal dari Inggris, menulis “Paradise Lost” selama 16 tahun setelah ia kehilangan penglihatannya.

Seorang profesor di MIT – Massachusetts Institute of Technology, salah satu universitas paling disegani di dunia, membuka kursus “Gagal”. Dia melakukannya, katanya, karena kegagalan adalah pengalaman yang lebih sering terjadi ketimbang sukses. Dalam sebuah interview seseorang bertanya kepadanya, apakah ada yang gagal dalam kursusnya itu. Ia berpikir sejenak dan kemudian berkata, “nggak sih, tapi ada dua yang tidak menyelesaikan.”

James Sastrowijoyo, seorang sahabat saya di Jakarta, ditolak 20 bank sebelum berhasil meyakinkan enam bank untuk membiayai perolehan sebuah properti. Ia, kemudian menjadi milyarder muda di bisnis properti dengan modal nol rupiah.

Masbukhin si raja voucher sahabat saya, gagal bisnis berkali-kali sebelum menjadi “Karyawan Ber-Omzet Milyaran”.

Toko Roni Yuzirman di Tanah Abang terbakar. Ia kini makin berhasil dengan toko online, “Manet Vision” dan menjadi pendiri sebuah komunitas besar dan disegani untuk para pebisnis muda dan UKM, “Tangan Di Atas”. Beliau juga sahabat saya.

Seorang peserta seminar Tung Desem Waringin mengaku, “Tiga tahun yang lalu saya adalah seorang cleaning service di Golden Truly. Sekarang, saya punya Jaguar sendiri.”

Ibu Lies Sudianti, sahabat saya juga. Ia terkena kanker rahim tahun 1999. Ia berbicara kepada penyakitnya: “Jika engkau mau menang, engkau harus berjuang keras dan mengalahkan aku, dan aku tak akan menyerah..” Ia berhasil mengalahkan kanker rahim stadium 3B. Ia mengalahkan rasa takutnya sendiri.

Ya teman, jangan pernah menyerah sebab sangat mungkin mereka salah!

Ikhwan Sopa

Master Trainer E.D.A.N.

Penulis buku “Manajemen Pikiran Dan Perasaan”