Temans, bagaimana harimu?

Sudah melihat matahari pagi tadi?
Cerah bukan? apakah karena dia sedang punya mood yang baik?
(knapa tiba-tiba terbayang matahari seperti Mr. Smiley yaaak)

Dia hanya menjalankan tugasnya, selalu, setia, setiap hari dengan cara yang sama, yaitu bersinar.

Kebayang gak sih, jadi matahari. Tugas selalu sama, waktu pulang dan pergi selalu sama, posisi selalu sama. Phieeewww, menjemukan.
Tapi pernah gak matahari ngambek? Nope!
Pernah gak matahari sakit? BIG NO!

Kenapa matahari begitu setia?
Karena dia tunduk dan patuh pada Sang Pemberi Tugas.
Karena dia tahu, tugas yang diberikan begitu mulia, tak bisa digantikan oleh yang lain.
Karena dia tahu, kalau dia menjalankannya dengan penuh semangat, maka Tuhan akan memberi reward yang lebih.
Karena dia pun disiapkan dengan energi yang melimpah, dengan potensi yang luar biasa yang menyiapkan dia lebih dari benda langit yang lain.

Belajar dari matahari,
Manusiapun diberi tugas oleh Dzat yang sama, Sang Pemberi Tugas untuk Matahari… karena kita lebih berakal, maka harusnya kita lebih tunduk.
Manusiapun diberi tugas yang begitu mulia, yaitu menjadi pemimpin di muka Bumi, tidak dapat digantikan oleh makhluk lain.
Manusiapun diberi potensi yang sebenarnya jauh lebih dahsyat dari potensi matahari, jika pada matahari ada energi yang tak pernah padam, maka pada diri kita, ada energi yang bisa terus menerus kita isi, kita pelajari dan kita transformasikan.
Manusiapun tahu, betapa Tuhan tidak pelit terhadap reward yang dijanjikan-Nya, senantiasa dilipatgandakannya.

So, matahari saja sanggup membakar dirinya terus menerus hingga akhir zaman.
Ayo Teman, BAKAR SEMANGATMU tiap hari !!!