Galz, hari ini mau share sebuah hikmah yang saya dapat semalam *habis nonton X-Factor😀

—————-

Tau dong yah Anggun, salah satu juri X-Factor ?

Dulu di tahun 1989, saat dia masih berusia 15 tahun, lagunya yang berjudul Mimpi, menjadi hits di Indonesia.. kemudian menjadi artis yang terkenal di era 90-an… *eh ketauan umurku deh iniii

Anggun Tahun 90an

Di tengah puncak popularitasnya, Anggun memutuskan untuk menikah muda pada tahun 1992 dengan Michel Georgea, seorang insinyur berkebangsaan Perancis, dan mempunyai perusahaan rekaman sendiri.

Lalu pada tahun 1994, karena keinginan untuk menembus pasar internasional, dia menjual perusahaan rekamannya dan hijrah ke London. Di sana dia memulai kariernya lagi dari nol. Ia rajin mengirim demo rekaman ke berbagai studio di Inggris dan juga pergi ke klub-klub untuk memperkenalkan dirinya sebagai penyanyi.

Biaya hidup yang tinggi di London membuat uang hasil penjualan perusahaan rekaman Anggun habis sedikit demi sedikit. Anggun pun harus menerima kekecewaan berbulan-bulan kemudian tatkala semua demo rekamannya tidak mendapat respon positif. Anggun akhirnya berada pada kesimpulan bahwa ia tidak akan memiliki masa depan di Inggris dan berencana untuk memulai karier di negara Eropa lain. Ia sempat berniat pindah ke Belanda, namun kemudian ia beralih ke Perancis.

Di Prancis, dia bertemu dengan Erick Benzi, salah seorang produser besar Perancis yang pernah menggarap album sejumlah penyanyi kenamaan seperti Celine Dion. Dari tangannya lah Album pertama Anggun di luar negeri lahir di tahun 1997, album terkenal yang terjual di 33 negara menembus pasar asia, eropa dan amerika. Snow on The Sahara, menjadi hits di negara-negara tersebut.

Pada awal kariernya sebagai penyanyi rock, Anggun terkenal dengan penampilannya yang tomboi dan khas, menggunakan baret miring, celana pendek, jaket paku-paku dan ikat pinggang besar, yang sempat menjadi tren di awal 1990-an. Namun, sejak menjadi penyanyi internasional, Anggun mengubah total gaya berbusananya menjadi lebih feminin, jadi perempuaaan bangets, melalui penampilan khas wanita Indonesia dengan rambut hitam panjang dan kulit sawo matang. Begitu juga aliran musiknya yang berubah dari rock menjadi pop…

Meskipun telah sukses sebagai seorang penyanyi, Anggun tidak pernah melebarkan sayap kariernya ke bidang lain di luar musik. Ternyata, Anggun sempat ditawarkan sutradara Hollywood untuk bermain di film James Bond, namun ditolak Anggun. “Aku lahir sebagai penyanyi. Aku tidak akan mencoba profesi lain karena menurutku masih banyak orang yang memang dilahirkan untuk menjadi bintang film atau model. Aku merasa panggilan jiwaku adalah musik.”

*sumber: wikipedia

——————————–

Nah, apa sih pelajaran yang bisa kita ambil dari sosok Anggun?

1. Dia tau kalau mau sukses, dia harus mendekat…

Seperti yang semalam dia sampaikan di panggung X Factor, karena waktu itu niatnya memang menembus pasar musik internasional, maka dia harus ke luar negeri, karena memang internasional itu ada di luar negeri, bukan hanya berdiam di indonesia, jadi dia mendekat ke impiannya…

Trus dua tahun awal di London itupun, dia gak tinggal diam menunggu produser bagus yang menemukan dirinya kaaan..

Kenyataannya masih banyak di antara kita yang sebenarnya udah tau impiannya apa, tapi yah gak mau mendekat ke impian tersebut, dalam arti gak mau ambil langkah-langkah pasti menuju ke sana…

2. Dia tau kalau mau sukses, dia harus berubah jadi lebih baik…

Dia merubah penampilannya, jenis lagunya.. bisa jadi karena image di eropa saat itu tidak cocok dengan rock dan penampilan tomboy nya (mungkiin yaaa, *sok jadi pengamat musik giniiih), tentu saja dengan pertimbangan yang matang dan arahan dari mentor atau produsernya..

Gini loh, banyak diantara kita yang masih sering berlindung di balik kata-kata ‘just be your self’ padahal itu menyebabkan kita sering mentoleransi diri sendiri jadinya gak mau berubah jadi lebih baik…

Aku inget obrolan salah seorang leader top 15 Oriflame Indonesia di status FBnya, beliau bilang agar bisa sukses mendapatkan 50juta dari Oriflame per bulan, dia harus sanggup mengubah dirinya dari berantakan menjadi teratur waktunya… itu salah satu perubahan yang dia lakukan, nah buktinya sukses kaaan?

Kadang sedih juga kalau dengar keluhan berbagai partner bisnisku yang ‘maap’ seringnya berlindung di balik alasan, ‘maap mbak, soalnya aku emang gak doyan baca… jadi agak bingung baca panduan training yang banyak isinya itu’ hiks, padahal di training itu udah lengkaaap banget isinya, kalau emang mau baca.. trus kalau gak doyan baca, apakah harus selalu ada orang lain yang ‘membacakan’ isi training apapun ke dirinya terus menerus??

atau ‘sorry ya mbak, aku emang bukan tipe yang bisa ditarget, jadi mengalir aja apa adanya..’ padahal dalam hidup itu, kita pasti mentarget diri kita sendiri, target hari ini pulang kantor jam berapa, target jam berapa selesai mengerjakan PR, sampai target menikah umur berapa, dll… hidup tanpa target, mau jadi apaaa??

3. Dia tau kalau mau sukses, dia harus tahan banting

2 tahun pertama kepindahan Anggun ke luar negeri, sempat membuat dia kecewa, karena dengan effort yang dia keluarkan ternyata belum membuahkan hasil… dua tahun itu gak sebentar loooh… tinggal di negara orang, berbeda kebudayaan, bahasa, iklim… beda jenis industri musiknya, bener2 memulai dari nol..

Tapi dia gak pulang kaaan, dia tetap kejar impiannya ,, dia tidak mengubah impiannya tapi dia mengubah caranya… ketika dia tau dia gak bisa sukses di london, dia gak pulang ke indo, tapi dia hijrah ke prancis.. ketika dia tau image tomboi gak berhasil, dia ubah penampilannya, ketika dia tau rock ternyata gak cocok dengan industri rekaman saat itu, dia masuk dari jalur pop.. intinya Impian dia tetap tercapai meskipun dengan cara lain… Itu tahan banting

Nih, aku kasih tau, industri rekaman di London ketika menolak Anggun, itu adalah hal yang tidak bisa Anggun kontrol, Biaya hidup yang tinggi di London, itu juga hal yang tidak bisa dia kontrol.. tapi dia bisa mengontrol dirinya, agar lebih tahan banting, agar selalu menemukan cara keluar dari masalah..

Nah sekarang, banyak sekali di antara kita yang maaap banget justru berhenti ketika ada masalah… yang baru ditolak sekali dagangannya, yang baru ditolak prospek, yang baru gagal sekali dalam audisi (eh denger-denger Agus Hafiluddin itu udah pernah berkali-kali ikut audisi nyanyi, tapi gagal terus loh sebelum X-Factor ini), yang baru pasang status bisnis dikomentari negatif langsung pundung, yang ini lah itulah, bla bla bla… itu termasuk hal yang tidak bisa kita kontrol… tapi yang bisa kita kontrol adalah IKHTIAR nya kita.

4. Dia tau kalau mau sukses, dia harus fokus dan konsisten dengan impiannya

Dia tau kalau saat itu terima tawaran main film James Bond, fokus dia dari musik akan teralihkan.. sesimple itu saja… karena memang tujuan awal dia jadi penyanyi, bukan pemain film.. dia tetap teguh sama impiannya…

Nah, banyak diantara kita yang mengambil semua peluaaang, semua bisnis, semua bidang… padahal kita lupa… seseorang menjadi ahli itu dengan menekuni satu bidang yang sama saja dalam satu waktu, bukannya berbagai bidang sekaligus…

—————-

Sekian dulu, maap kepanjangan (jangan bilang gak doyan baca lagi yaaa),…

Tapi rasanya puass banget sudah mengeluarkan isi kepala ini…

Semoga jadi bahan introspeksi untuk teman-teman semua, terutama saya🙂